Cara Mencegah Penyakit Bulir Jagung

pupuk organik

Disaat periode kemarau memberikan tantangan tersendiri bagi beberapa petani, yang paling utama menyangkut komoditas yg akan ditanam. Sebab jikalau salah memastikan komoditas maka bakal menimbulkan gagal panen.

Komoditas yg mempunyai adaptasi keren di masa kemarau salah satunya merupakan jagung yanf jadi salah satu opsi rasional buat ditanam. Sebaliknya budidaya jagung di masa kemarau dengan keadaan area yg kering mesti konsisten memerlukan perhatian kusus biar hasilnya maksimal.

Tanaman jagung yaitu golongan tumbuhan yg amat pas ditanam di periode kemarau. Dikarenakan tanaman jagung yg mempunyai nama latin Zea mays ini mengutamakan cahaya mentari penuh selagi periode hidupnya serta tingkat pemakaian airnya juga tergolong sedang. Jadi tumbuhan ini sanggup bertahan hidup di masa kering tapi tak boleh hingga kekeringan.

Budidaya Tanaman Jagung

bulir jagungTanaman jagung yakni tanaman yg gampang untuk dibudidayakan. Semisal tanam sesuai anjuran, mengetahui kapan kala perlu air, kadar keperluan pupuk terpenuhi dan bisa antisipasi serangan hama penyakit ( penyakit bulai jagung). Jika  dapat mengikuti cara diatas, dijamin panen dapat melimpah.

Bulai adalah salah satu musuh penting pada budidaya jagung dan tidak jarang petani tidak berhasil panen dikarenakan tanaman jagungnya terserang penyakit bulai. Untuk itu mesti didapati kapan serangan bulai biasanya menyerang dan mesti laksanakan aksi antisipasi sejak awal. Urusan bulai yg sering menyerang di Indonesia yakni disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis.

Baca Juga : Cara Yang Terbukti Dapat Meningkatkan Hasil Panen Hingga 10,2x Lipat

Penyebarannya merupakan melalui spora vegatatif yg dihasilkan oleh badan yg dinamakan konidia yg mampu bertahan selama bertahun-tahun sebelum cendawan tersebut berkembang kembali. Alat infeksi terjadi ketika subuh sekitar pukul 02.00 – 04.00 dikarenakan sporalisasi maksimum terjadi pada saat itu. Cendawan ini gemar kondisi daerah yg senantiasa lembab, daerah asam, residu kimia dan logam susah tinggi, serta miskin mikroba apathogen tanah.

Trick Mencegah Cendawan Peronosclerospora Maydis

tanaman jagung

Mencegah cendawan Peronosclerospora maydis supaya tak tumbuh dan tak menginfeksi tumbuhan jagung, sehingga digunakan perlakukan / treatment sejak pertama tanam.

Cara Menghasilkan Pupuk Organik Cair

pupuk organik cair

Bagi kalian yang ingin menghasilkan sendiri pupuk organik cair di rumah, kamu terlebih dulu butuh mempersiapkan media dan bahan sebagai berikut :

1 karung kotoran ternak (ayam/sapi/kambing) Separuh karung dedak padi 30 kg bahan hijau sisa( pertanian/jerami/daun-daunan leguminosa/ sisa sayuran lainnya) 100 gr gula merah 50 mL bioaktivator EM4 Air bersih secukupnya Tong plastik kedap udara berkapasitas 100 L 1 meter selang aerator dgn diameter 0,5 cm Botol air mineral takaran 1 L

Baca Juga : Pupuk Organik Cair

Sesudah bahan-bahan tersebut telah terkumpul, kamu bisa segera mengikuti langkah-langkah pembuatan pupuk organik cair di bawah ini :

  1. Potong-potong bahan hijau organik yg bakal dijadikan pupuk. tak usah terlalu kecil, namun tak pula terlalu gede untuk mempermudah cara fermentasi.
  2. Campurkan komponen bahan organik dan air steril ke pada tong plastik dgn perbandingan bahan organik : air steril = 2:1, aduk merata.
  3. Larutkan bioaktivator dan gula merah bersama 1 Liter air. Bioaktivator mengandung miikroba yg bakal memfermentasikan bahan organik, sementara gula merah dapat jadi vitamin untuk patogen tersebut. Masukkan air ini ke pada tong pula.
  4. Untuk lubang di bagian atas tutup tong plastik, seterusnya masukkan selang aerator, maka satu penutup selang berada di dalam tong dan akhir yg lainnya ada di luar tong. Hubungkan ujung selang di luar tong bersamabotol air mineral 1 L yg sudah diisi air penuh. saat fermentasi berlangsung dengan baik, sehingga bakal dihasilkan gas karbon dioksida yg ditandai bersama adanya gelembung yg bersirkulasi lewat selang menuju botol air mineral.
  5. Pastikan tong plastik terkunci rapat, lantaran fermentasi terjadi dengan cara anaerobik tidak dengan( oksigen).
  6. Diamkan sampai kurang lebih satu pekan. untuk memeriksa hasilnya, buka penutup tong dan cium bau air di dalamnya. seandainya beraroma seperti tape ubi kayu, sehingga pupuk cair sudah tuntas terbentuk.
  7. Pisahkan pupuk cair bersama ampas hasil fermentasi memakai sortiran tekstil. kamu mampu memakai ampas padatannya sbg pupuk organik padat.
  8. Menyimpan pupuk cair yg sudah tertubuh di pada botol terpalang. menabung di lokasi yg tak mengalami mentari serentak. pakai diwaktu diperlukan.

Pemakaian Pupuk Organik Cair

pupuk organik
Mencampurkan pupuk organik cair dengan air. source : gdmorganic.com

Pupuk cair banyak dipakai guna menumbuhkan daun atau membuahkan bunga dan buah kepada pohon. Pupuk cair keluaran fermentasi seperti langkah di atas semestinya masih tergolong cukup pekat, maka sebelum menggunakannya, kamu terlebih dulu butuh mengencerkannya tambah bersama air. pada kebanyakan kasus, perbandingan celah pupuk cair dan air dalam pengenceran yakni 1:100, maka fokus pupuk hanya sekitar 1-2%. Lebih dari 2%, pupuk cair justru berpotensi merusak pohon. buat menumbuhkan daun, semprotkan pupuk organik cair ke tempat-tempat yg kamu kehendaki pada berkembang daun. jalankan paling tak tiga hri sekali, atau disesuaikan lebih tidak jarang berulang seandainya belum kelihatan perselisihan yg berarti.